Islamic Centre NTB

Sunset Temple Bali Landmarks
Sini Ke Lombok
01 Oct 2026
Blog & Article

Kalau perjalananmu melewati Kota Mataram, Islamic Centre NTB adalah salah satu tempat yang menarik untuk dimasukkan ke itinerary. Kompleks ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi salah satu landmark paling dikenal di ibu kota Nusa Tenggara Barat.

Nama resminya adalah Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center NTB. Kompleks ini berdiri di pusat Kota Mataram dan menjadi masjid terbesar di Provinsi NTB. Dokumen resmi Pemerintah Provinsi NTB mencatat masjid ini selesai dibangun pada 15 Desember 2013, berdiri di atas lahan sekitar 74.749 meter persegi, serta memiliki empat lantai, lima kubah, dan lima menara.

Karakter bangunannya yang megah, kubah berpola khas, halaman luas, dan menara tinggi membuat Islamic Centre NTB menarik bukan hanya bagi jamaah, tetapi juga traveler yang ingin melihat sisi religi dan budaya Lombok dari dekat.

Mengenal Islamic Centre NTB

Islamic Centre NTB berada di Kota Mataram, pusat pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kompleks ini menjadi salah satu titik penting kegiatan keagamaan di daerah. Hingga 2026, Masjid Raya Hubbul Wathan masih aktif digunakan untuk salat berjamaah, peringatan hari besar Islam, kegiatan dakwah, tilawatil Qur'an, dan berbagai agenda masyarakat. Pemerintah Provinsi NTB juga sedang mendorong Islamic Centre agar semakin berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Artinya, tempat ini bukan monumen atau objek wisata yang hanya dikunjungi untuk berfoto.

Islamic Centre tetap merupakan ruang ibadah yang hidup.

Karena itu, pengalaman berkunjung akan terasa lebih lengkap jika kamu menikmati arsitekturnya sambil tetap menghormati fungsi utama kawasan tersebut.

Masjid Raya Hubbul Wathan Menjadi Bangunan Utama

Bangunan yang paling menonjol di kompleks Islamic Centre adalah Masjid Raya Hubbul Wathan.

Dari luar, masjid mudah dikenali melalui kubah besar dengan pola geometris berwarna hijau dan emas serta menara-menara yang menjulang di sekitarnya.

Pemerintah Provinsi NTB menjelaskan bahwa motif pada kubah utama memadukan corak khas Sasambo, yang merujuk pada budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo—tiga kelompok budaya utama di Nusa Tenggara Barat.

Detail tersebut membuat arsitektur Islamic Centre memiliki hubungan dengan identitas lokal.

Jadi meskipun tampilannya besar dan modern, elemen dekorasinya tetap membawa karakter NTB.

Lima Menara dengan Satu Menara Setinggi 99 Meter

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari Islamic Centre NTB adalah menaranya.

Kompleks ini memiliki lima menara, dan salah satunya mencapai ketinggian sekitar 99 meter. Angka 99 dipilih sebagai simbol Asmaul Husna atau 99 nama Allah.

Menara tinggi tersebut membuat Islamic Centre mudah terlihat dari berbagai bagian Kota Mataram.

Saat dilihat dari kejauhan, kombinasi menara, kubah, dan bangunan utama memberikan siluet yang sangat khas.

Pada sore hari, cahaya matahari yang lebih lembut juga membuat detail fasad dan kubah terlihat semakin menarik.

Arsitektur yang Menjadi Daya Tarik Tersendiri

Kalau kamu suka fotografi arsitektur, Islamic Centre NTB menawarkan banyak detail menarik.

Bagian depan bangunan didominasi bentuk lengkungan besar, ornamen geometris, pilar, serta perpaduan warna yang cukup kuat.

Halaman luas di depan masjid memberikan ruang visual yang membuat bangunan tampak semakin monumental.

Dari sudut yang lebih rendah, menara akan terlihat sangat tinggi.

Sementara dari sisi halaman, kamu bisa memasukkan kubah utama dan beberapa menara sekaligus ke dalam satu frame.

Karena merupakan tempat ibadah, hindari mengambil foto dengan cara yang mengganggu jamaah atau berdiri di jalur orang yang sedang menuju ruang salat.

Suasana Sore dan Malam Terasa Berbeda

Islamic Centre menarik dikunjungi pada siang hari, tetapi suasananya berubah menjelang sore dan malam.

Ketika matahari mulai turun, warna langit memberikan latar yang lebih lembut untuk bangunan.

Setelah gelap, pencahayaan masjid menonjolkan kubah, menara, dan detail arsitektur sehingga tampilannya terasa berbeda dari siang hari.

Islamic Centre juga tetap aktif sebagai tempat ibadah pada malam hari. Pada Februari 2026, misalnya, Masjid Hubbul Wathan digunakan untuk pelaksanaan salat Tarawih berjamaah bersama masyarakat pada awal Ramadan.

Kalau ingin menikmati atmosfer religius yang lebih terasa, waktu menjelang Magrib bisa menjadi pilihan menarik.

Bukan Sekadar Tempat Wisata

Hal penting ketika berkunjung adalah memahami bahwa Islamic Centre adalah kompleks keagamaan aktif.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi NTB kembali menegaskan bahwa Islamic Centre diarahkan menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat, bukan hanya ikon visual Kota Mataram. Fungsinya mencakup kegiatan ibadah, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan.

Berbagai kegiatan besar juga berlangsung di sini.

Pada Juni 2026, Masjid Raya Hubbul Wathan menjadi lokasi peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Pada Agustus 2026, masjid ini kembali digunakan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, pada hari atau waktu tertentu area bisa lebih ramai dari biasanya.

Etika Berkunjung ke Islamic Centre NTB

Karena tempat ini merupakan masjid aktif, pakaian yang sopan menjadi hal utama.

Gunakan pakaian yang menutup tubuh dengan baik dan tidak terlalu terbuka.

Saat memasuki area salat, lepaskan alas kaki di tempat yang telah disediakan.

Jaga suara tetap rendah, terutama ketika ada jamaah yang sedang beribadah.

Jangan berjalan di depan orang yang sedang salat hanya untuk mendapatkan foto.

Kalau ingin mengambil gambar interior atau kegiatan tertentu, perhatikan situasi terlebih dahulu dan jangan memotret orang dari jarak dekat tanpa izin.

Etika sederhana seperti ini membuat kunjungan tetap nyaman bagi wisatawan maupun jamaah.

Bagaimana dengan Wisatawan Non-Muslim?

Sebagai landmark kota, area Islamic Centre juga menarik bagi wisatawan yang ingin melihat arsitektur dan budaya lokal.

Namun akses ke bagian tertentu dapat mengikuti aturan pengelola dan aktivitas keagamaan yang sedang berlangsung.

Kalau kamu bukan Muslim dan ingin melihat bagian dalam, tanyakan terlebih dahulu kepada petugas mengenai area yang boleh dikunjungi.

Gunakan pakaian sopan dan ikuti ketentuan yang berlaku.

Pendekatan seperti ini lebih baik daripada menganggap seluruh area sebagai objek wisata umum.

Lokasinya Mudah Dikombinasikan dengan City Tour Mataram

Karena berada di pusat kota, Islamic Centre relatif mudah dimasukkan ke perjalanan Mataram city tour.

Kamu tidak perlu mengalokasikan satu hari penuh hanya untuk satu tempat.

Setelah berkunjung, perjalanan bisa dilanjutkan menuju kawasan Cakranegara, pusat kuliner, tempat belanja, atau pusat oleh-oleh.

Itinerary seperti ini cocok untuk hari pertama setelah tiba di Lombok atau hari terakhir sebelum menuju bandara.

Kamu bisa mendapatkan kombinasi wisata religi, kota, kuliner, dan belanja tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar Mataram.

Bisa Dikombinasikan dengan Pusat Oleh-Oleh Lombok

Salah satu kombinasi paling praktis adalah mengunjungi Islamic Centre kemudian melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh Lombok.

Di sekitar Mataram terdapat berbagai toko yang menjual makanan khas, kopi, kain tenun, kerajinan, hingga mutiara.

Kombinasi seperti ini sangat cocok untuk hari terakhir liburan.

Kamu bisa berkunjung ke Islamic Centre pada pagi atau sore, lalu berbelanja oleh-oleh sebelum kembali ke hotel atau berangkat menuju Bandara Internasional Lombok.

Dengan begitu, hari terakhir tidak perlu diisi perjalanan jarak jauh.

Bisa Menjadi Bagian dari Wisata Religi Lombok

Islamic Centre juga bisa digabungkan dengan perjalanan yang lebih berfokus pada wisata religi dan budaya.

Lombok sering dijuluki Pulau Seribu Masjid karena keberadaan masjid yang tersebar luas di berbagai wilayah.

Islamic Centre memperlihatkan wajah modern dari kehidupan keagamaan tersebut.

Kalau ingin melihat konteks yang berbeda, perjalanan dapat dikombinasikan dengan desa tradisional, masjid bersejarah, atau kawasan Bayan di Lombok Utara.

Dengan begitu, kamu bisa melihat bagaimana tradisi Islam di Lombok hadir dalam berbagai bentuk—dari bangunan modern di Mataram sampai tradisi masyarakat yang telah berlangsung turun-temurun.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?

Untuk kunjungan santai, sekitar 45 menit hingga 1,5 jam biasanya cukup.

Waktu tersebut memungkinkan kamu melihat bagian luar masjid, berjalan di halaman, mengamati arsitektur, mengambil beberapa foto, dan beristirahat.

Kalau datang untuk salat atau mengikuti kegiatan keagamaan, tentu waktunya bisa lebih lama.

Pada hari Jumat, Ramadan, atau peringatan keagamaan tertentu, area juga bisa sangat ramai.

Kalau tujuan utama hanya melihat arsitektur, sebaiknya hindari waktu yang bertepatan dengan puncak kegiatan ibadah.

Waktu yang Nyaman untuk Berkunjung

Pagi hari nyaman karena udara belum terlalu panas.

Namun untuk fotografi, sore menjelang matahari terbenam menjadi salah satu waktu yang menarik.

Cahaya lebih lembut dan warna bangunan terlihat tidak terlalu keras.

Kalau menunggu sampai malam, kamu juga bisa melihat Islamic Centre dengan pencahayaan yang berbeda.

Karena masjid aktif digunakan untuk salat lima waktu, perhatikan jadwal ibadah saat menentukan waktu kunjungan.

Berikan ruang bagi jamaah, terutama menjelang dan sesudah waktu salat.

Tidak Perlu Membuat Itinerary Terlalu Rumit

Karena berada di dalam kota, Islamic Centre merupakan destinasi yang fleksibel.

Kamu bisa memasukkannya di awal perjalanan sebelum menuju Senggigi.

Bisa juga dikunjungi setelah kembali dari Lombok Utara sebelum menginap di Mataram.

Atau dijadikan stop terakhir bersama pusat oleh-oleh sebelum perjalanan menuju bandara.

Karakter seperti ini membuat Islamic Centre cocok untuk mengisi celah itinerary tanpa perlu perjalanan khusus yang terlalu panjang.

Tips Sebelum Berkunjung

Gunakan pakaian yang sopan dan sesuai untuk memasuki lingkungan masjid.

Datang di luar puncak waktu salat kalau tujuanmu terutama untuk melihat arsitektur.

Jaga suara dan hindari mengganggu jamaah.

Perhatikan area yang boleh dan tidak boleh dimasuki.

Jangan meletakkan barang atau berfoto di area yang digunakan untuk salat.

Kalau ada kegiatan keagamaan besar, ikuti arahan petugas.

Dan kalau ingin mengunjungi menara atau fasilitas khusus, tanyakan ketersediaannya langsung kepada pengelola karena akses dapat berubah dan tidak selalu dibuka untuk wisatawan.

Islamic Centre NTB, Landmark yang Menunjukkan Sisi Lain Lombok

Islamic Centre NTB atau Masjid Raya Hubbul Wathan bukan hanya salah satu bangunan terbesar dan paling mudah dikenali di Mataram. Kompleks ini juga tetap menjadi pusat aktivitas keagamaan yang aktif dan pada 2026 sedang diarahkan pemerintah daerah untuk berkembang lebih jauh sebagai pusat pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.

Lima menara, kubah dengan motif Sasambo, serta menara utama setinggi 99 meter memberikan identitas arsitektur yang kuat.

Kalau itinerary-mu melewati Mataram, tempat ini mudah dikombinasikan dengan city tour, wisata kuliner, Sekarbela, atau pusat oleh-oleh Lombok.

SiniKeLombok juga bisa membantu memasukkan Islamic Centre ke dalam rute perjalanan tanpa membuat jadwal terasa terlalu padat, terutama jika kamu ingin menggabungkannya dengan destinasi lain di sekitar Mataram.

Di tengah perjalanan yang mungkin dipenuhi pantai, gili, bukit, dan air terjun, Islamic Centre NTB memberikan perspektif lain tentang Lombok: sebuah pulau yang kehidupan religius dan identitas lokalnya juga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.