Pantai & Bukit Tangsi Lombok
Kalau kamu ingin menikmati satu destinasi dari dua sudut yang berbeda, Pantai & Bukit Tangsi bisa menjadi pilihan menarik di Lombok Timur. Di bagian bawah, kamu bisa berjalan di sepanjang pantai dengan pasir berona merah muda dan laut yang jernih. Sementara dari area bukit di sekitarnya, garis pantai Tangsi terlihat lebih luas dengan lekukan teluk, perahu kecil, dan gradasi warna laut yang semakin jelas.
Pantai Tangsi sendiri lebih populer dengan nama Pantai Pink Lombok. Lokasinya berada di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyebut warna pink pasirnya terbentuk dari campuran pasir putih dengan serpihan karang merah muda yang kemudian terlihat semakin jelas ketika terkena cahaya matahari dan air laut.
Kalau kamu sudah berencana datang ke Pantai Pink, naik sebentar ke area Bukit Tangsi membuat kunjungan terasa jauh lebih lengkap karena kamu bisa melihat bentuk kawasan ini dari perspektif yang berbeda.
Mengenal Pantai Tangsi atau Pantai Pink
Pantai Tangsi berada di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Posisi pantai berada di bagian tenggara Pulau Lombok dan cukup jauh dari pusat wisata seperti Senggigi atau Mandalika.
Karena lokasinya tersebut, perjalanan ke Tangsi biasanya memang direncanakan sebagai perjalanan khusus satu hari.
Nama aslinya adalah Pantai Tangsi, tetapi seiring popularitas warna pasirnya, nama Pantai Pink lebih banyak digunakan dalam promosi wisata.
Pemerintah Lombok Timur mencatat bahwa Pantai Tangsi berada berdekatan dengan kawasan Tanjung Ringgit. Dari jalur darat, penunjuk arah menuju Pantai Pink dapat ditemukan sebelum memasuki kawasan Tanjung Ringgit.
Selain jalur darat, pantai ini juga bisa dicapai melalui perjalanan laut dari kawasan Tanjung Luar.
Kenapa Pasir Pantai Tangsi Berwarna Pink?
Warna pasir menjadi daya tarik paling terkenal dari Pantai Tangsi.
Rona merah mudanya terbentuk karena material berwarna kemerahan yang bercampur dengan pasir putih. Pemerintah Lombok Timur menyebut serpihan karang merah muda sebagai salah satu penyebab utama warna tersebut.
Sumber perjalanan yang lebih baru juga mengaitkannya dengan material dari organisme laut seperti foraminifera yang hidup di sekitar terumbu karang. Ketika material tersebut bercampur dengan pasir putih, muncul warna kemerahan atau pink.
Namun kamu perlu datang dengan ekspektasi yang realistis.
Pantainya tidak selalu terlihat seperti garis merah muda pekat sebagaimana beberapa foto yang telah diedit. Intensitas warna dipengaruhi cahaya, kelembapan pasir, kondisi cuaca, dan sudut pandang.
Kadang terlihat merah muda lembut, di waktu lain warnanya lebih mendekati krem dengan rona kemerahan.
Naik ke Bukit Tangsi untuk Melihat Pantai dari Atas
Kalau menikmati Pantai Tangsi dari bawah memberikan pengalaman dekat dengan pasir dan air, bagian bukit di sekitarnya memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Dari ketinggian, lekukan Pantai Tangsi terlihat semakin jelas. Kamu bisa melihat garis pasir yang mengikuti bentuk teluk, air dangkal berwarna turquoise, perahu-perahu kecil, serta perbukitan yang mengelilingi kawasan pesisir.
Pemandangan semacam ini juga terlihat pada dokumentasi terbaru kawasan Pantai Tangsi, yang menunjukkan garis pantai pink terlihat semakin kontras ketika dipandang dari area yang lebih tinggi.
Karena itu, kalau kondisi fisik memungkinkan, jangan hanya berhenti di garis pantai.
Berjalan sedikit menuju viewpoint alami di sekitar bukit dapat memberikan pengalaman yang berbeda tanpa harus melakukan trekking panjang seperti pendakian gunung.
Panorama Laut Lebih Terlihat dari Ketinggian
Salah satu keuntungan naik ke Bukit Tangsi adalah kamu bisa melihat gradasi warna laut dengan lebih jelas.
Dari atas, perbedaan antara perairan dangkal dekat pantai dan bagian laut yang lebih dalam terlihat melalui perubahan warna dari hijau kebiruan menuju biru yang lebih gelap.
Saat langit cerah, warna tersebut terlihat semakin kuat.
Garis pantai berona pink kemudian menjadi seperti batas alami antara bukit dan laut.
Kalau kamu suka fotografi landscape, posisi seperti ini biasanya jauh lebih menarik daripada hanya mengambil foto lurus dari bibir pantai.
Cobalah memasukkan sebagian bukit dan garis pantai ke dalam frame agar karakter lokasi lebih terasa.
Warna Bukit Berubah Mengikuti Musim
Bukit di sekitar Pantai Tangsi juga berubah mengikuti musim.
Pada periode dengan curah hujan lebih tinggi, sebagian vegetasi bisa terlihat lebih hijau.
Ketika memasuki musim yang lebih kering, warna perbukitan berubah menjadi cokelat atau keemasan. Dokumentasi kawasan Tangsi juga memperlihatkan perubahan karakter lanskap antara bukit hijau dan bukit kering di sekitar teluk.
Keduanya memberikan pemandangan berbeda.
Lanskap hijau terasa lebih segar, sementara warna kering menciptakan kontras yang lebih kuat dengan laut biru.
Jadi jangan khawatir jika kondisi yang kamu temukan tidak sama seperti foto yang dilihat sebelum perjalanan.
Berenang di Pantai Tangsi
Setelah turun dari bukit, kamu bisa menikmati pantai dengan lebih santai.
Pantai Tangsi memiliki air yang relatif tenang di beberapa bagian dan sering digunakan wisatawan untuk berenang.
Traveloka mencantumkan berbagai aktivitas di kawasan ini, termasuk snorkeling, menjelajahi perairan dengan boat, dan menikmati pantai.
Namun kondisi laut tetap bisa berubah.
Perhatikan gelombang dan arus pada hari kunjungan, terutama jika ingin berenang cukup jauh dari garis pantai.
Kalau membawa anak-anak, tetap lakukan pengawasan meskipun air terlihat dangkal.
Snorkeling di Sekitar Pantai
Pantai Tangsi juga bisa menjadi titik awal untuk snorkeling.
Namun pengalaman yang lebih menarik biasanya didapat jika perjalanan dikombinasikan dengan beberapa spot laut di sekitar kawasan Jerowaru.
Gili Petelu, misalnya, sering dimasukkan dalam rute snorkeling dari Pantai Pink.
Pemerintah Lombok Timur juga mencatat jalur laut menuju Pantai Tangsi dapat berhenti di beberapa destinasi seperti Pulau Pasir, Pantai Pink 2, Gili Petelu, Pantai Pink 1, dan Pantai Semangkok.
Jadi kalau kamu datang menggunakan boat, perjalanan bisa jauh lebih lengkap daripada hanya berhenti di satu pantai.
Bisa Datang Lewat Jalur Darat
Untuk traveler yang ingin langsung menuju Pantai & Bukit Tangsi, jalur darat adalah salah satu pilihannya.
Perjalanan menuju kawasan Sekaroh bisa dilakukan dengan mobil atau sepeda motor.
Pemerintah Lombok Timur menyebut akses dari arah Mataram dapat mengikuti jalur menuju Tanjung Ringgit karena Pantai Tangsi berada tidak jauh dari kawasan tersebut.
Namun bagian akhir perjalanan bisa terasa lebih sepi dibandingkan jalur wisata utama Lombok.
Karena itu, pastikan kondisi kendaraan baik, isi bahan bakar sebelum masuk terlalu jauh ke kawasan Sekaroh, dan sebaiknya tidak memulai perjalanan pulang terlalu malam.
Alternatif Menarik Lewat Tanjung Luar
Cara lain yang populer adalah menggunakan boat dari Tanjung Luar.
Pemerintah Lombok Timur menyebut perjalanan laut menuju kawasan Pantai Pink membutuhkan sekitar satu jam dan dapat dikombinasikan dengan beberapa pemberhentian wisata di sepanjang rute.
Pilihan ini cocok jika kamu ingin menjadikan perjalanan sebagai island hopping.
Dibandingkan hanya datang melalui darat, menggunakan boat memberi kamu kesempatan untuk melihat pesisir Lombok Timur dari laut sekaligus snorkeling di beberapa spot.
Tentunya kondisi ombak dan cuaca perlu diperhatikan.
Kalau kapten boat menyarankan perubahan rute karena kondisi laut, sebaiknya ikuti arahan tersebut.
Kombinasikan dengan Gili Petelu
Salah satu destinasi yang paling mudah digabungkan adalah Gili Petelu.
Gili kecil ini dikenal sebagai salah satu spot snorkeling di kawasan Lombok Timur.
Perjalanan bisa dimulai dari Tanjung Luar, kemudian snorkeling di Gili Petelu sebelum atau setelah mengunjungi Pantai Tangsi.
Kombinasi tersebut membuat pengalaman lebih beragam.
Di Gili Petelu kamu menikmati bawah laut.
Di Pantai Tangsi kamu menikmati pasir pink.
Kemudian dari Bukit Tangsi, kamu melihat keseluruhan lanskap dari atas.
Bisa Dilanjutkan ke Pantai Segui
Destinasi lain yang cukup dekat adalah Pantai Segui, yang sering disebut sebagai Pink Beach 2.
Pantai ini memiliki suasana lebih sederhana dan biasanya tidak seramai Pantai Tangsi.
Kalau punya waktu cukup, keduanya menarik dikunjungi dalam satu hari.
Meskipun sama-sama memiliki rona pasir kemerahan, karakter teluk dan suasananya berbeda.
Dengan rute seperti ini, kamu bisa membandingkan dua sisi pesisir Sekaroh tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh.
Waktu yang Nyaman untuk Menikmati Pantai dan Bukit
Pagi hingga menjelang siang menjadi waktu yang menarik kalau kamu ingin melihat warna laut lebih jelas.
Sinar matahari yang cukup membantu menonjolkan rona pasir dan gradasi air.
Untuk naik ke bukit, pagi juga lebih nyaman karena suhu belum terlalu panas.
Sore memberikan suasana yang berbeda dengan cahaya yang lebih lembut.
Namun karena Pantai Tangsi berada cukup jauh dari pusat kota, perhitungkan waktu perjalanan pulang jika menggunakan jalur darat.
Kalau datang dengan boat, waktu kunjungan biasanya mengikuti kondisi laut dan itinerary dari kapten.
Fasilitas Masih Relatif Sederhana
Walaupun Pantai Pink sudah cukup terkenal, fasilitas di kawasan ini belum seperti pusat wisata besar.
Kamu bisa menemukan beberapa warung dan fasilitas dasar, tetapi pilihan tidak sebanyak Kuta Mandalika atau Senggigi.
Karena itu, sebaiknya membawa air minum, sunscreen, topi, handuk, pakaian ganti, dan uang tunai.
Informasi terbaru 2026 menyebut tiket masuk Pantai Tangsi berada pada kisaran yang berbeda tergantung kategori pengunjung dan kebijakan lokal, sehingga harga sebaiknya dikonfirmasi saat datang dan tidak dianggap tetap.
Tips Saat Naik ke Bukit Tangsi
Gunakan alas kaki yang nyaman dan memiliki grip.
Area tanah dan batu dapat licin setelah hujan.
Jangan berdiri terlalu dekat ke bagian tebing yang tidak memiliki pagar hanya untuk mendapatkan foto.
Bawa air minum karena area bukit relatif terbuka.
Kalau matahari sedang terik, gunakan topi dan sunscreen.
Hindari naik ketika hujan deras atau angin sangat kuat.
Dan jangan membuat jalur baru atau merusak vegetasi hanya untuk mencari sudut foto.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?
Kalau hanya ingin menikmati pantai dan naik sebentar ke bukit, sekitar 2–3 jam cukup nyaman.
Kamu bisa berjalan di pantai, berenang, naik ke viewpoint, kemudian makan atau beristirahat.
Namun jika dikombinasikan dengan Gili Petelu, Pulau Pasir, atau Pantai Segui melalui boat, sebaiknya siapkan satu hari penuh.
Pemerintah Lombok Timur memang mencatat perjalanan laut Pantai Pink sebagai rute yang memungkinkan beberapa pemberhentian dalam satu perjalanan.
Pantai & Bukit Tangsi, Dua Cara Menikmati Satu Lanskap
Pantai & Bukit Tangsi memberikan pengalaman yang lebih lengkap daripada hanya mengunjungi Pantai Pink lalu langsung pulang.
Di bawah, kamu bisa berjalan di atas pasir dengan rona merah muda, berenang, dan menikmati laut.
Dari atas bukit, kamu melihat bagaimana pasir, teluk, perahu, laut, dan perbukitan membentuk satu lanskap utuh.
Lokasinya juga mudah dikombinasikan dengan Gili Petelu, Pantai Segui, Pulau Pasir, hingga kawasan Tanjung Ringgit dalam perjalanan Lombok Timur.
Kalau ingin menjelajahi semuanya tanpa repot mengatur rute darat, boat, snorkeling, dan waktu kunjungan sendiri, SiniKeLombok bisa membantu menyesuaikan itinerary berdasarkan waktu, jumlah peserta, dan pengalaman yang ingin kamu prioritaskan.
Kalau Pantai Tangsi sudah masuk daftar perjalananmu, sisihkan sedikit tenaga untuk melihatnya dari atas bukit. Dari sana, kamu akan memahami bahwa daya tarik tempat ini bukan hanya warna pasirnya, tetapi keseluruhan bentang pesisir Lombok Timur yang mengelilinginya.